Yurisdiksi
Diposting tanggal: 31 Mei 2010

WILAYAH

1.

Wilayah hukum Pengadilan Negeri Palangka Raya meliputi :

 

a.

Wilayah Kota Palangka Raya

 

b.

Wilayah Kabupaten Gunung Mas dengan ibukota Kuala Kurun

2.

Luas wilayah/Tanah :

 

a.

Wilayah Kota Palangka Raya

 

 

Palangka Raya merupakan satu-satunya daerah dengan predikat sebutan kota dari 14 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Tengah yang terletak pada 6o – 40o – 70o20’ Bujur Timur dan 1o30’-2o30’ Lintang Selatan, dengan luas wilayah 2.400 KM2 (240.000 ha) atau 1,56% dari luas wilayah Kalimantan Tengah dapat dirinci sebagai berikut :

 

 

  •    Hutan

1.502,00

KM2

 

 

  •    Tanah Pertanian

12,65

KM2

 

 

  •    Tanah Pekarangan/Pemukiman

300,06

KM2

 

 

  •    Tanah Perkebunan

6,09

KM2

 

 

  •    Rawa

400,03

KM2

 

 

  •    Sungai

100,09

KM2

 

 

  •    Danau

13,63

KM2

 

 

  •    Lain-lain

65,45

KM2

 

b.

Wilayah Kabupaten Gunung Mas dengan ibukota Kuala Kurun (Kabupaten Pemekaran dari Kabupaten Kuala Kapuas) 10,804 KM2 atau (7,04%) dari luas wilayah Kalimantan Tengah.

 

 

Jarak kota Palangka Raya dengan Kuala Kurun di tempuh dengan menggunakan beberapa jenis  angkutan sungai maupun darat, seperti :

 

 

  •    Mobil
  •    Sepeda Motor
  •    Speed Boad
  •    Long Boad
  •    Kapal Air
  •    Klotok

 

 

 

 

Pada tahun 1994 telah dibuka lapangan perintis dengan jenis pesawat yang bisa mendarat yaitu DAS dengan menempuh waktu ± 30 menit. Tetapi jarang digunakan lagi karena jalan darat sudah bisa ditempuh dengan waktu selama ± 4,5 jam dengan jarak tempuh  ± 180 KM.  Sedangkan jarak kota Palangka Raya dengan Kuala Kurun jika ditempuh dengan menggunakan angkutan sungai, sepert : Kapal Air dan Klotok dengan menempuh waktu selama ± 35 jam, kalau memakai alat angkutan Speed Boad, dan Long Boad hanya memakan waktu 7 jam dan 12 jam.

3.

Iklim

 

Kota Palangka Raya memiliki iklim yang lembab dan panas (tipe A dan B) dengan suhu udara rata-rata 30o C dan temperatur absolut maksimum mencapai 30o C serta curah hujan rata-rata 2.776 – 3.393 mm per tahun.

4.

Topografi

 

Kondisi topografis umumnya terdiri dari tanah datar dan berbukit, dan kemiringan kurang dari 40% yang terdiri dari 5 (lima) wilayah kecamatan dengan 30 (tiga puluh) kelurahan.

5.

Pembagian Daerah

 

Ditinjau dari struktur pemerintahan maka daerah kota Palangka Raya terdiri dari 5 (lima) kecamatan yang membawahi 30 (tiga puluh) kelurahan, yaitu :

 

  •   Kecamatan Pahandut.
  •   Kecamatan Sebangau.
  •   Kecamatan Jekan Raya.
  •   Kecamatan Bukit Batu.
  •   Kecamatan Rakumpit.

 

Sedangkan kalau ditinjau secara pembagian daerah hukum, maka Pengadilan Negeri Palangka Raya membawahi wilayah kabupaten Gunung Mas di Kuala Kurun terdiri dari 11 (sebelas) kecamatan dan wilayah Kabupaten Pulang Pisau terdiri dari 2 (dua) kecamatan,    yaitu :

 

Wilayah Kabupaten Gunung Mas terdiri dari :

 

  •   Kecamatan Manuhing
  •   Kecamatan Rungan
  •   Kecamatan Sepang
  •   Kecamatan Kurun
  •   Kecamatan Tewah
  •   Kecamatan Kahayan Hulu Utara
  •   Kecamatan Mihing Raya
  •   Kecamatan Rungan Hulu
  •   Kecamatan Manuhing Raya
  •   Kecamatan Damang Batu
  •   Kecamatan Miri Manasa

 PENDUDUK

1.

Penduduk kota Palangka Raya

 

Penduduk Kota Palangka Raya untuk Tahun 2008 sebanyak 191.014 jiwa yang terbagi 2 (dua) bagian, Laki-laki dan Perempuan, yaitu :

 

  •   Laki-laki
  •   Perempuan

              Jumlah

=

=

=

94.391

96.623

191.014

Jiwa

Jiwa

Jiwa

 

Untuk Warga Negara Asing (WNA) pada tahun 2008, yaitu :

 

  •  Laki-laki
  •  Perempuan

             Jumlah

=

=

=

4

4

8

Jiwa

Jiwa

Jiwa

 

Sedangkan data tahun 2009 masih dalam tahap penyelesaian oleh kantor Statistik kota Palangka Raya.

2.

Penduduk Kabupaten Gunung Mas

 

Penduduk Kabupaten Gunung Mas untuk Tahun 2008 sebanyak 99.788 jiwa yang terbagi 2 (dua) bagian, Laki-laki dan Perempuan, yaitu :

 

  •  Laki-laki
  •  Perempuan

             Jumlah

=

=

=

52.660

47.128

99.778

Jiwa

Jiwa

Jiwa

3.

Golongan

 

Dalam daerah Pengadilan Negeri Palangka Raya, pembagian golongan sebagai berikut :

 

  1. Golongan Warga Negara Indonesia (WNI)
  2. Golongan Warga Negara Asing (WNA)

4.

Agama

 

Berdasarkan data-data yang kami terima dari kantor Statistik Kota Palangka Raya tahun 2008/2009, maka jumlah penduduk yang beragama dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Palangka Raya adalah sebagai berikut :

 

  1. Kota Palangka Raya :

 

  •    Islam
  •    Kristen Protestan
  •    Katholik
  •    Hindu
  •    Budha

               Jumlah

=

=

=

=

=

=

104.400   

55.192   

8.773   

5.776   

1.005  

 175.146   

Orang

Orang

Orang

Orang

Orang

Orang

 

  1. Kabupaten Gunung Mas

 

  •   Islam
  •   Kristen Protestan
  •   Katholik
  •   Hindu
  •   Budha

              Jumlah

=

=

=

=

=

=

11.034

57.249

788

17.561

0

86.625

Orang

Orang

Orang

Orang

Orang

Orang

5.

Mata Pencaharian

 

Penduduk diluar kota Palangka Raya terpencar dan tersebar di berpuluh-puluh Desa kecamatan, adapun mata pencaharian penduduk pada umumnya bertani, nelayan (mencari Ikan), menggali emas, petani karet/rotan, sedangkan penduduk kota Palangka Raya sebagian besar adalah terdiri dari Pegawai Negeri, Pegawai Swasta (perusahaan kayu), pedagang-pedagang dari Kalimantan Selatan serta penduduk asli dan pendatang dari seluruh wilayah Indonesia.

 

PEREKONOMIAN

Pada umumnya perekonomian masih tergantung diluar daerah misalnya seperti kebutuhan pokok sehari-hari didatangkan dari Banjarmasin, tetapi sekarang ada suatu kemajuan sebab barang-barang bisa langsung didatangkan dari daerah Jawa melalui pelabuhan Sampit. Sedangkan kebanyakan dari daerah kabupaten Gunung Mas untuk para Pegawai Negeri yang ada di Palangka Raya beras disalurkan melalui Bulog provinsi Kalimantan Tengah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

PENDIDIKAN

Pendidikan dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Palangka Raya dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan yang sangat pesat baik dari pendidikan rendah sampai pada Perguruan Tinggi sudah ada di kota Palangka Raya baik Negeri maupun Swasta, juga masih banyak didirikan yayasan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang pada umumnya dibawah Kopertis wilayah XI di Banjarmasin (Kalimantan Selatan).

Pada daerah kabupaten Gunung Mas di Kuala Kurun dibangun sekolah-sekolah sampai ke pedalaman di desa-desa yang terpencil melalui Guru-guru Bantu dan Guru Kunjung.

Dengan demikian kesempatan untuk menikmati pendidikan bagi masyarakat cukup memadai disebabkan sarananya sudah tersedia baik pendidikan menengah sampai ke pendidikan terendah.

 

KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA

Situasi yang menyangkut kehidupan sosial budaya bagi masyarakat daerah hukum Pengadilan Negeri Palangka Raya antara lain :

1.

Keseniaan

 

Kesenian daerah Kalimantan Tengah yang terkenal ialah :

 

  •  Tari Giring-Giring
  •  Tari Manasai
  •  Tari Saluang Murik
  •  Tari Kanjan Halu
  •  Tari Wadian Dadas
  •  Tari Bawi Kuwu dan sebagainya.

Disamping tari-tarian daerah Kalimantan Tengah juga dikembangkan tari-tarian daerah lain.

2.

Olah Raga

 

Tentang olah raga daerah Kalimantan Tengah mempunyai prestasi yang tinggi dan baik, seperti :

 

  •   Dayung
  •   Soft Ball
  •   Sepak Bola
  •   Badminton
  •   Volly Ball
  •   Sepak Takraw
  •   Tenis Lapangan
  •   dll.

 

Dari sekian banyak olah raga yang ada di Kalimantan Tengah yang paling terkenal bahkan mendapat prestasi yang luar biasa sehingga mengangkat Kalimantan Tengah menjadi dikenal ke tingkat Nasional bahkan sempat tingkat internasional ialah olah raga Dayung dan Soft Ball.

Disamping beberapa banyak segi kehidupan sosial budaya di Kalimantan Tengah dan daerah kabupaten Gunung Mas di Kuala Kurun juga masih dirasakan pengaruh-pengaruh hukum adat tersebut terutama dari segi peranan Kepala Adat atau Demang Kepala Adat dalam masyarakat juga kehidupan sosial budaya ini juga sering dipengaruhi oleh unsur-unsur agama dan penganut lainnya, sedangkan sosial budaya ini masih tergantung pada sifat-sifat gotong-royong (kekeluargaan) sedangkan unsur-unsur individualisme masih belum terlihat yang sangat menonjol.

 

BAHASA

Dalam Daerah Hukum Pengadilan Negeri Palangka Raya yang termasuk daerah kabupaten Gunung Mas di Kuala Kurun  pada umumnya bahasa yang dipakai adalah bahasa Dayak Ngaju (Dayak Kapuas) sedangkan khususnya di Kota Palangka Raya memakai bahasa Indonesia.

 

LALU LINTAS DAN PARAWISATA :

Untuk menghubungi dari satu daerah/kampung ke daerah/kampung lainnya masih mempergunakan sungai seperti Spead Boad, Long Boad, Kapal dan Perahu yang memakan waktu cukup lama, namun hal ini tidak menjadi suatu hambatan yang prinsip bagi kelancaran perjalanan para penduduk setempat. Untuk sekarang ini hubungan lalu lintas dapat melalui Darat yang menghubungkan antar kecamatan dengan kecamatan lainnya.

Walaupun jalan yang kami katakan itu masih belum efektif penggunaannya ini disebabkan masih sebagian jalan dalam tahap penyelesaian. Diharapkan nantinya hubungan lalu lintas dalam wilayah hukum Pengadilan Negeri Palangka Raya dapat memperlancar pembangnan daerah yang sudah diprogramkan oleh Pemerintah pada saat ini khususnya pariwisata.

Obyek dan daya tarik wisata di kota Palangka Raya masih belum dikemas secara profesional, namun walaupun keadaan yang demikian sudah mempunyai daya tarik yang cukup menggembirakan walaupun dalam kondisi apa adanya obyek/daya tarik wisata dan seni budaya sudah banyak mendapatkan perhatian dan kunjungan baik wisman maupun wisatawan domestik.

Adapun obyek daya tarik wisata di kota Palangka Raya berdasarkan data-data yang kami terima dari Dinas Informasi, Pariwisata dan Seni Budaya Pemerintah kota Palangka Raya, meliputi :

  •   Museum Balanga
  •   Sandung Ngabe Sukah
  •   Monumen Kota
  •   Taman Alam “Bukit Tangkiling”
  •   Tempat Wisata Mancing danau Tahai
  •   Taman Hutan Lindung “ Arboretum”
  •   Bumi Perkemahan “Nyaru Menteng”
  •   Danau/Arena Dayung “Kereng Bangkirai”
  •   Jembatan Kahayan
  •   Tempat Rekreasi “Kum-Kum”
  •   Tampat Rekreasi/Arena Balap Sepeda Motor “Pantai Sabaru”
  •   Tempat pertapaan “Muara Sungai Rungan”
  •   Wisata Tirta/Susur Sungai
  •   Acara adat Tiwah/Seni Budaya Daerah suku Dayak
  •   dll.

 

SEJARAH

Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 1957 yang sebelumnya adalah termasuk provinsi Kalimantan Selatan begitu juga mengenai perkembangan peradilan dimana pada mulanya adalah termasuk daerah hukum Pengadilan Negeri Banjarmasin, kemudian selanjutnya pada tahun 1962 dibentuklah Pengadilan Negeri Palangka Raya. Untuk sementara pada waktu ini berkedudukan di Banjarmasin, tetapi kemudian pada tahun 1963 bulan Januari kantornya berpindah ke Palangka Raya.

Pengadilan Negeri Palangka Raya pada waktu itu mempunyai wilayah yang sangat luas yaitu meliputi kabupaten Kapuas, Barito Selatan, Barito Utara, Kabupaten Administratif Barito Hulu (Puruk Cahu) dan Gunung Mas di Kuala Kurun.

Perlu kami tambahkan bahwa wilayah hukum Pengadilan Negeri Palangka Raya yang ada sekarang hanya kota Palangka Raya, wilayah kabupaten Gunung Mas di Kuala Kurun dan 2 (dua) kecamatan di kabupaten Pulang Pisau, yaitu : Kecamatan Kahayan Tengah dan Banama Tingang.

 

HUKUM ADAT

Apabila kita berbicara mengenai hukum adat ini maka wilayah hukum Pengadilan Negeri Palangka Raya terdapat beberapa segi hukum Dayak Ngaju yang sampai sekarang masih terlihat kebenarannya di masyarakat Dayak itu sendiri yang dapat diuraikan sebagai berikut :

  • Hukum serta sistim perkawinan/perceraian
  • Hukum Kekeluargaan
  • Hukum 2 (dua) harta dalam perkawinan
  • Tata cara pembagian warisan
  • Beberapa syarat dan sistim penyelesaian suatu masalah apabila perbuatan hukum atau  pelanggaran sengketa.
  • Struktur Hukum Adat
  • Prosedur dan tata cara Tiwah dan sebagainya.

Bahwa mereka yang cukup mampu, berpengalaman yang matang mengenai hukum ini dapatlah dipilih/diangkat menjadi Let-let Adat serta Demang Kepala Adat.

Bahwa baik Demang Kepala Adat maupun Let-Let Adat ini harus berkedudukan pada tiap-tiap kecamatan.

Bahwa struktur hukum adat ini yang pertama adalah keakraban adat kecil yaitu terdiri dari Kepala Kampung dibantu oleh Pemuda setempat yang selanjutnya keakraban adat tersebut yang sangat besar dipimpin oleh Demang dengan dibantu oleh Let-Let Adat (anggota-anggotanya). Hal ini dilakukan dalam suatu rapat adat yang sifatnya sangat besar sekali di wilayah itu, sebab Demang Kepala Adat tingkatnya sama dengan Camat, tetapi khusus mengenai sengketa yang ada terjadi dalam masyarakat tersebut.

Bahwa sering diadakan acara-acara adat misalnya : Tiwah dan lain-lain yang senantiasa diadakan Balian yang dipimpin oleh Basir-Basir.

Bahwa dalam kehidupan masyarakat antara sesamanya yang satu dengan yang lainnya ada hubungan saling memerlukan antara sesama serta senantiasa nampak kesadaran hukum sesuai dengan situasi dan kondisi daerahnya masing-masing.

 

                   

 


NEWFLASH